Friday, January 27, 2017

1980s poems

Hasil gambar untuk mysterious book tumblr

It has been more than a month since the very first conversation I had with the young girl I met, if you remember, that girl whom her hobby is staring at the sky and said that it was pitch black. The sky is pitch black, she said. I know, neither did I understand what she was saying.

Today I met her again, this time she wasn't looking at the sky but instead, papers. Well, book. Book consists of papers right? It was a copy of classic poems compilation in 1980s era she was holding tightly with her little pale hands. She really is a weird being, perhaps that's why nobody could keep up with her, I insist.

She put her book down and glanced at me. She waved, I startled. "Me?" there was no sound coming out of my mouth anyway, it was just me talking to myself.

"How are you, old friend?" She smiles the brightest smile I have ever seen in my whole life. But hey anyway, did she just say that we are friends?

Your smile stakes a claim
on my past.
I laugh and talk small
as if the tunnels
through our hearts
had never been connected,
as if I had no claim to stake
on any part of you.

"Grand. And you, friend?"

"I was kidding." I let out a chuckle. Nodding, telling her I knew what she means so that she doesn't have to worry about it. She laughed.

"Poems?" She nodded. "Isn't it boring?"

"It is," she paused as she flipped through the pages, "...for those who doesn't understand the meaning."

Silence filled the void between us. She didn't say anything, nor did I. "I don't know your name. I am Glove."

"I don't have a name. But you can call me Fox."

"So, both of us made a name of 'Foxglove'..."


"I guess we are." I never understand her words.

Disclaimer: this is a work of fiction.

Friday, January 20, 2017


Hasil gambar untuk night tumblr

Out of the night that covers me, 
Black as the pit from pole to pole, 
I thank whatever gods may be 
For my unconquerable soul. 

In the fell clutch of circumstance 
I have not winced nor cried aloud. 
Under the bludgeonings of chance 
My head is bloody, but unbowed. 

Beyond this place of wrath and tears 
Looms but the Horror of the shade, 
And yet the menace of the years 
Finds and shall find me unafraid. 

It matters not how strait the gate, 
How charged with punishments the scroll, 
I am the master of my fate, 
I am the captain of my soul. 

{William Ernest Henley}

Wednesday, January 18, 2017

๊ฟˆ์ด ์žˆ๋‹ค๋ฉด ์ ˆ๋Œ€ ํฌ๊ธฐํ•˜์ง€๋งˆ๋ผ

Hasil gambar untuk moon tumblr

"๊ฟˆ์ด ์žˆ๋‹ค๋ฉด ์ ˆ๋Œ€ ํฌ๊ธฐํ•˜์ง€๋งˆ๋ผ."

It means, if you have a dream... never give up on it. I have been wondering if it's okay to have my dreams hang so high up in the sky. Sometimes I even doubt myself to acquire what I want the most in life. Some people said that I was being too idealistic and I have to be somewhat realistic. I don't know, I honestly don't understand how ones ever discourage other people to do what they think it's the only right thing to do. I also don't understand how people really like to interfere other people's life like it's their freaking business.

Whoever read this, don't give up, okay?

Friday, January 06, 2017

Alasan kamu harus pakai sekarang juga! #ReviewZenius

" education isn't how much you've committed to memory, or even how much you know. It's about being able to differentiate between what you know and what you don't know."

Haloo! Selamat tahun 2017 semuanya!
Hehehe, sekali-sekali pakai bahasa Indonesia nggak papa yah, rasanya udah lama banget nggak nulis pakai bahasa Indonesia. Hmm, sebenernya alasannya bukan itu sih, tapi kali ini aku bakal ngenalin kalian semua sama "sesuatu" yang mengubah pandanganku tentang dunia, ilmu pengetahuan, psikologi, pendidikan, hidup, politik, dan lain lain. My major turning point in life selama ini adalah berkat *drumrolls*..... ZENIUS!! apaan banget ya gak jelas bgt :') Jujur aja deh tadi mau pake gue-lo gitu biar kerasa Zenius banget tapi rasanya agak kurang nyaman aja, maklum orang Jogja, ya walaupun kadang pake terms itu sama beberapa temen sih, tapi gini aja gapapa deh ya biar lebih enak hehehehe.

Apaan sih zenias zenius mulu dari tadi... emang Zenius apaan sih??

Aku mau cerita dulu deh, sebenernya aku ketemu Zenius udah sejak tiga tahun yang lalu, pertengahan kelas 10 gitu, dan seketika itu aku langsung jatuh cinta. Literally, die-hard in love dan head over heels sama Zenius!! Cie kaya apaan bgt y. Tiap hari kerjaannya mantengin website Zenius... dari pagi nontonin video-video Zenius tiba-tiba gak kerasa udah sore aja, yang gratis doang tapi, maklum gak modal. Waktu itu masih jadi regular member dan tiap kali lagi asik-asiknya nyimak penjelasan Bang Sabda, Bang Pras, dkk yang gaul dan seru abis tiba-tiba disuruh berenti gara-gara dikode suruh jadi premium member mulu. Kan kesel:( Tapi walaupun gitu, tetep aja dilanjutin cari video-video gratis yang lain... maklum bener-bener gak modal hahahaha. /plak

Berawal dari nonton video-video gratisan itu, akhirnya waktu kelas 11 aku tergoda buat jadi premium member. Caranya gampang banget! Bisa pesan online atau hubungi customer service lewat sms, pin bb, whatsapp, dan Line. Pembayarannya bisa kamu transfer lewat atm, Indomaret, dan Alfamart. Gampang kan? Untuk jadi premium member, kamu bisa milih untuk beli voucher elektrik 1 bulan - 12 bulan. Sebenernya, Zenius punya produk lagi namanya CD Multimedia Learning dan Xpedia 2.0 bentuknya CD jadi kamu nggak perlu kuota untuk mengakses videonya (produk-produk Zenius). Isinya kurang lebih hampir sama, tapi untuk Zenius Xpedia konten yang bisa kamu akses terbatas sesuai bidang yang kamu pilih sedangkan untuk kamu bisa akses semua konten. Detailnya tentang Xpedia, kalian bisa merujuk ke sini.


Video-video-video di Zenius itu lengkap banget deh. Kalian bisa akses semua konten dari SD kelas 1 sampai SMA kelas 3! Bahkan di setiap videonya juga ada latihan soal yang bisa kalian download beserta pembahasannya. Gak cuma materi yang lengkap banget, tapi di Zenius juga dilengkapi dengan arsip soal Ujian Nasional, SBMPTN, UM, sampai UM-Stovia pun mungkin ada! Lengkap banget gak sih? Terlebih dulu waktu kelas 10 dan 11 lumayan sering gak masuk sekolah karena bolak-balik ke lab UGM untuk ngurusin penelitian ecek-ecek anak sma. (My research experience)

Alhasil kalau dihitung dari kelas 10-11 nggak masuk sekolah bisa sampai 1-2 bulan dan ketinggalan banyak banget pelajaran dan ulangan. Giliran sekalinya masuk... langsung ulangan dan akhirnya remidial menumpuk gak karuan karena gak ngerti sama sekali, nilai-nilai jeblok, gak ngerti lagi mau ngapain dan harus mulai dari mana. (Hehe malah curhat) Maklum aja otak-ku agak lemot dan gak secepet teman-teman yang lain dalam mencerna perlajaran, akhirnya aku langsung beli yang setahun karena yakin banget bakalan kepake sampai kelas 12. Hehe.
“The best thing for being sad," replied Merlin, beginning to puff and blow, "is to learn something. That's the only thing that never fails. You may grow old and trembling in your anatomies, you may lie awake at night listening to the disorder of your veins, you may miss your only love, you may see the world about you devastated by evil lunatics, or know your honour trampled in the sewers of baser minds. There is only one thing for it then — to learn. Learn why the world wags and what wags it. That is the only thing which the mind can never exhaust, never alienate, never be tortured by, never fear or distrust, and never dream of regretting. Learning is the only thing for you. Look what a lot of things there are to learn.” 
― T.H. White, The Once and Future King

Sejak kenal Zenius aku mulai menyadari kalau belajar itu bisa dibawa seru dan nggak membosankan sama sekali. Serius deh... jujur aja aku orangnya agak skeptic, yang namanya belajar tuh ya di kelas apa bimbel/privat gitu, kalaupun online paling 5 menit kemudian udah lupa lagi. Dari dulu setiap ada advertising tentang online-course atau apa pasti cuma mikir, "they don't really educate their customers, do they?" "marketing strategy crap." dan sebagainya. Tapi Zenius enggak kaya gitu...gak sama sekali. Bahkan, I once sempat nyoba salah satu platform belajar online yang lain, itu lhoh yang sukanya dateng di sekolah-sekolah dan iklannya M*audy Ayunda sebut saja ****** ehehehe itulah pokoknya... tapi jadi ngantuk karena berasa belajar di kelas. "Yaelah kelas mulu gedeg juga." Bosen kali hidup rasanya di kelas mulu kaya gada tempat lain aja:') Anyway ******* users jangan butthurt ya, it is a matter of taste kok! Tapi di Zenius, belajar... tuh rasanya gak kaya belajar... (ya rasanya kaya belajar sih wkwk) tapi bener-bener enjoy dan nggak cuma menghafal, tapi kamu bener-bener didorong untuk paham konsep! 

Guys, education isn't how much you've commited to memory, or even how much you know. It's about being able to differentiate between what you know and what you don't know. Mungkin di satu titik kamu bakal merasa kamu sudah tahu, tapi semakin banyak kamu belajar, membaca, observasi, dan lain-lain kamu bakal semakin merasa kalau kamu nggak tahu apa-apa. Well, I don't know for sure but that's just how important I think education is.
"Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think." -Albert Einstein
Hasil gambar untuk zenius

Esensi pendidikan yang makin lama makin hilang dari sistem pendidikan di Indonesia saat ini: rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan. Lack of curiosity. Iya benar kita sekolah, belajar dari pagi sampai sore, tapi tujuannya somehow udah bergeser jadi belajar untuk cari nilai aja. Jujur aja deh, mau bilang sesibuk apapun sebenernya kita masih selo sih, masih bisa main dan melakukan kegabutan di jam-jam kosong dan lain sebagainya. Serius deh padahal belajar itu seru banget asik parah!! Students these days study only for their grades that some people becoming ambitious, ended up cheating. Ya enggak semua sih. Gak bisa juga sepenuhnya menyalahkan satu pihak, karena dari lingkungan kita juga dituntut seperti itu. Though, we are blessed with brains to choose what to do sih;) Akhirnya dari situ makin lama generasi kita makin kehilangan integritas dan bisa memicu bigger problems in the future; corruption etc. Do you really want to see your country suffers because of our ignorance? 

"Education is the most powerful weapon which you can use to change the world" - Nelson Mandela

Gara-gara Zenius juga, sekarang aku kelas 12 sering banget ditanyain "Kamu bimbel dimana?" dan pertanyaan sejenis lainnya. Dan jawabanku selalu "Aku nggak bimbel. Zenius aja" cielah dan responnya macem-macem, dari "Zenius?" "Zenius apaan buset" "Kamu udah jenius gitu maksudnya?" Lah nilai aja do re mi fa sol-_- Sampe-sampe kadang di kelas berasa jadi spg Zenius tiap hari ditanyain Zenius mulu. Bang Glenn, ini gak ada hadiah khusus buat promosi gratis ya? /plak  Hm selain itu juga aku mager-an sih dan lebih suka belajar sendiri di rumah soalnya bisa belajar di kamar sambil joget-joget sambil nonton youtube dan makan atau sambil tiduran eh malah terus ketiduran. Lah ga belajar dong-_-

Dulu waktu kelas 9 sempat ikut bimbel sih, tapi biasalah kaya anak-anak pada umumnya, sering nggak masuk karena mager. Hehe. Belajar tuh moodnya ganti-ganti, kalo aku personally mood belajar biasanya baru muncul waktu malam hari atau midnight. Lagian enak banget kali di zaman yang udah serba canggih where humans rely on technology dan somehow glued to their phone 24/7, kenapa nggak dimanfaatin aja buat hal yang baik? Kaya salah satu quotes yang ada di homepage Zenius
"Social media is an investment of valuable time and resources. Surround yourself with something worthwhile." 
Rather than being dumb people who uses smartphones, why don't break the stereotype by yourself? Salah satunya dari memulai kebiasaan memanfaatkan internet untuk hal yang baik. Gara-gara ini juga, sekarang setiap mau melakukan sesuatu jadi mikir "Do I really want to invest my time on this?" atau ketika download aplikasi di hp mikir lagi, "Does it really worth it? Output apa yang bakal didapet dari ini melakukan hal ini dan ini?" 

Tapi, ikut bimbel juga gak salah kok!! Justru aku salut banget sama orang-orang yang semangat bimbel/privat (dan gak mager-an kaya aku :') wkwk), lagipula selagi ada waktu, tenaga, dan resources kenapa engga? Dijamin gak akan nyesel. OH! Anyway Zenius tuh ada bimbel-nya juga lho!! Di daerah Jakarta tapi gatau dimana yang pasti engga ada di Jogja. Mungkin kalo Zenius X ada di Jogja, aku bakal pertimbangin ikut bimbel juga sih hehehe. Apapun pilihan kalian dalam belajar semuanya pasti baik, pokoknya jangan sampe lupa sama esensi mencari ilmu pengetahuan deh. 

Hmm balik lagi ke Zenius nih setelah ngelantur panjang. Nah, di Zenius ini kalian selain bisa nonton video-video pembelajaran, kalian bisa baca artikel-artikel keren di blog Zenius.

Wah ada juga? 

Iya dong. Udah dibaca semua malah, HUAHAHAHA hardcore emang parah serem abis #loveisblind, update lagi dong!:( Berawal dari situ aku jadi tau konsep Deliberate Practice. Apaan tuh? Jadi Deliberate Practice adalah... ah ga seru kalo aku jelasin, mending kalian baca langsung artikel Deliberate Practice-nya Bang Sabda.. Yang pasti, I learn the hard way that talent is overrated dan sebenernya kita bisa melakukan apapun yang kita pengen lakukan through deliberate practice itu sendiri. Idih apaan sih makin bingung? Wkwk yang penting baca aja deh dijamin bakal memotivasi kalian semua! W a j i b. (Hmm, kalo gamau baca kalian bisa dengerin audio nya juga kok!) Tapi harus ya. Hahaha #maksa

Hasil gambar untuk zenius
huaha nemu nih

Aku mau cerita lagi nih, cerita mulu perasaan, jadi sejak SMA kebiasaan membacaku agak menurun gitu. Dari dulu sebenernya suka baca... dari SD udah sok-sokan baca bukunya Janice Vancleave yang Proyek-Proyek Ilmu Bumi (walapun gak selesai juga sih hehe), buku-buku ensiklopedia, novel detektif, novel classics, dan terutama yang berbau astronomi! Suka banget. I AM IN LOVE WITH ASTRONOMY FOR AGES. (I wrote a few articles related to astronomy before) Sebenernya ini juga kode pengen dikasih buku sih abisnya science and astronomy-related semua:P

Sejak SD sampai awal SMA selera buku-ku ya genre-nya ya antara itu (except teen-lit, though I read classic love stories too). Terus waktu itu iseng baca bukunya Merry Riana (eng-ver) terus mulai termotivasi lagi, Kak Merry rekomen bukunya Anthony Robbins yang Awaken The Giant Within. Akhirnya langsung beli dan suka banget! As in banget banget. Akhirnya mulai deh haus buku lagi.. cari rekomendasi di goodreads, book-bloggers, sampai akhirnya ketemu postnya Bang Glenn (buku part 1, part 2) dan Bang Sabda (referensi buku) ... akhirnya makin hyped setelah tau genre buku yang disukai mirip banget! Maaf ya nyama-nyamain:( Dari dulu yang gak pernah kepikiran tentang business & motivational books because I thought itu bukunya buat orang tua (pemikiran yang salah banget emang). Ehh malah sekarang... buku favoritku adalah 7 Habits of  Highly Effective People-nya Stephen Covey!!

Nggak nyesel dulu ngikutin saran rekomendasi buku dari tutor-tutor Zenius yang keren abis, kalau di toko buku pasti selalu sempet-sempetin buka references dari Zenius. Ambil ini, ambil itu, kembaliin ini, ambil ini, ambil lagi... pulang-pulang bisa bawa 3-4 buku. Gara-gara Zenius. #puttheblameonzenius #loveisblind2 Bahkan akhir-akhir ini lagi suka baca tentang wars dan politics. Genre apapun dibaca, tujuannya ya untuk broaden my horizon dan insights. Setelah itu jadi sadar, kalau buku-buku kaya gitu definitely worth to read dan life-changing! I see the world in a different way in a matter of perspective. Very much. Significant. 

Sejak aku baca artikel-artikel di Zenius, aku sadar bahwa di umur-umur kita saat ini dimana tenaga kita masih banyak, kita masih mampu untuk belajar dan bekerja, explore  as much as you can apapun itu entah leadership, ikut organisasi, social programmes, research, observe, learn new things, etc. I learn the hard way that I shall invest my youth with beneficial activities. Zenius juga mengubah konsep time management aku, dari yang awalnya time oriented... yang justru bikin aku ngerasa tertekan dan kewalahan menjadi task oriented dimana aku tetep bisa menyelesaikan tasks-tasks dan ngelakuin hal-hal lain yang aku suka.

Hasilnya apa? Di tahun 2016 lalu aku belajar beberapa bahasa asing baru: French, Japanese, and Korean all by myself. Bukan maksud sombong, jujur aja kalo ditanya skill seberapa masih sangat-sangat basic. Tapi selain belajar bahasa-bahasa itu, aku juga belajar their way of thinking. Temen-temen beberapa ada yang tanya "How did you learn all those languages?" "Kamu gak capek apa nambah-nambahin tugas aja?" I don't know... I just did. How? Because I am happy doing it. School may not determine our future, but I somehow believe that what you do in your spare time for good things could determine your future.

Buat temen-temenku, yang saat ini mungkin masih kelas 12 juga dan bentar lagi bakal ikut SNMPTN, SBMPTN, UN, UM, UTUL apapun itu, mau impian kalian di PTN A, B, C atau PTS, atau malah pengen study abroad. Just believe in yourself. Bahkan meskipun orang-orang menghina/mock and let you down, don't stop believe in yourself. You may not be the brightest student di kelas nor you have any achievements, but you surely have something within yourself yang orang lain enggak punya. Kalau bukan kamu yang percaya dan push yourself to the limits, siapa lagi?
“A star falls from the sky and into your hands. Then it seeps through your veins and swims inside your blood and becomes every part of you. And then you have to put it back into the sky. And it's the most painful thing you'll ever have to do and that you've ever done. But what's yours is yours. Whether it’s up in the sky or here in your hands. And one day, it'll fall from the sky and hit you in the head real hard and that time, you won't have to put it back in the sky again.” 
― C. JoyBell C.
Hmmm gitu deh sekilas cerita tentang Zenius. Sebenernya masih pengen cerita panjaaaaaaaaang banget tapi nanti kalian capek bacanya :( (iya kalo dibaca:((( ) wkwk. Gadeng, I am happy enough to share this with all of you guys. And I hope it helps, though thousand gratitudes and praises would never enough to express how happy I am being one of Zenius member. Ciao. To summarize, ini kelebihan dan kekurangan Zenius menurut opiniku...

- "In depth concept mastery through insight AND addictive drills" Bener banget! Kita bener-bener dilatih untuk paham konsep dan bukan sekedar menghafal.
- Guru privat 24/7!! Gak nyaranin sks sih, tapi kalau kepepet dan sakaw fisika... boleh dicoba.
- The reason why learning is one of my hobby right now
- Lebih dari 46.000 video dan 2,7 modul ter-download!
- Affordable price yet really worth it.
- Jempol friendly! Bisa diakses lewat pc, tablet, smartphone, laptop, etc. (Mobile-designnya juga ringan banget)
- Mind Transforming, claimnya sih "More than just Ulangan / UN / SBMPTN.. postulates, evolution, war histories etc... you’ll love them like you never have before." No lies. You'll love it as much!!
- SUPER FUN!! Jujur aja  jokesnya kocak dan garing at the same time mana sukanya muncul di tengah-tengah video sampe bisa ngakak tengah malem hahaha...
-; dll. (dll ini pokoknya banyak banget deh:( )
Couldn't be any happier and grateful udah dipertemukan sama Zenius, positive positive positive:) Gak ngerti aku jadinya kaya apa kalo nggak pakai Zenius. Terimakasih! #terharu

Nothing. Well, beberapa video ada yang suaranya gemeresek-gemeresek gitu sih but it's not a big deal to me. #loveisblind3
Not being biased but I am supeeeeeer satisfied.

Rate:11/10 (hehe mesin rate-nya rusak/

Infografik 2016 perbandingan produk

Tapi... aku masih bingung nih harus beli produk yang mana... bantuin huhuhu:(

Daripada bingung, coba kalian baca lagi ulasannya Bang Glen nih: Kalo belajar pake Zenius, mending pake produk yang mana?

Saat ini masih kelas 12 jadi kalau ditanya impact langsung belajar dari Zenius untuk pengalaman masuk SBMPTN, UM, dsb belum ada (kaya pengalaman-pengalaman Zenius users lainnya), tapi semoga aja Zenius ngebantu banget untuk masuk SBMPTN nantinya. Mohon doanya ya!! Hehe ^^ Anyway, request buku science populernya yah klo berkesempatan:P

Hasil gambar untuk zenius